Showing posts with label Pengumpulan Data. Show all posts
Showing posts with label Pengumpulan Data. Show all posts

Monday, November 26, 2012

Pedoman Pembuatan Kuesioner

Sebelum menyusun daftar pertanyaan yang akan digunakan sebagai pedoman untuk melakukan pengumpulan data dengan teknik wawancara, angket atau pengumpulan data untuk peneltian, harus ditentukan dahulu variabel-variabel yang dibutuhkan dan sesuai dengan tujuan agar tidak ada pertanyaan atau variabel yang terlupakan. Intensitas pertanyaan disesuaikan dengan tujuan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun daftar pertanyaan sebagai pedoman dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :
  1. Pertanyaan harus ditulis dengan kalimat yang sederhana, singkat, dan jelas sehingga mudah dimengerti, baik oleh responden maupun pelaksana.
  2. Pertanyaan jangan mempunyai arti ganda. Misalnya, apakah ibu atau bapak menggunakn sarana pelayanan kesehatan yang ada. Pertanyaan ini hendaknya dipsah menjadi dua pertanyaan, yang satu untuk ibu dan yang lain untuk bapak, karena apabila ibu menggunakan sarana pelayanan kesehatan tersebut, tetapi bapak tidak maka sulit bagi ibu untuk menjawabnya.
  3. Sedapat mungkin pertanyaan tidak menyinggung perasaan. Misalnya, menanyakan tentang kehamilan tanpa lebih dahulu menanyakan status maritalnya. Bila hal ini sampai terjadi, kemungkinan jawaban selanjutnya menjadi tidak serius lagi.
  4. Usahakan agar tidak ada pertanyaan yang mengharusan responden mengingat kembali masa lampau. Misalnya, pada umur berapa ibu mendapat haid pertama?
  5. Usahakan agar pertanyaan tidak mengharuskan responden untuk menghitung. Misalnya, selisih umur ibu dengan putra ibu yang kedua?
BENTUK PERTANYAAN
Pertanyaan yang diajukan pada responden atau daftar isi yang harus diisi oleh responden dapat berupa pertanyaan tertutup, pertanyaan terbuka, dan kombinasi keduanya.

Pertanyaan Tertutup
Bentuk pertanyaan tertutup anya terdiri dari beberapa pilihan jawaban dan responden hanya memilih sesuai dengan kondisinya. Misalnya, apaka bapak merokok? Jawabannya hanya berupa "Ya" atau "Tidak"
  1. Ya
  2. Tidak
Pertanyaan Terbuka
Dengan pertanyaan terbuka, responden dengan leluasa dapat menceritakan hal-hal yang dimaksud dalam pertanyaan. Pertanyaan terbuka biasanya digunakan pada penelitian kualitatif, seperti wawancara mendalam atau didiskusi kelompok terarah.

Kombinasi Pertanyaan Tertutup dan Terbuka
Misalnya, pertanyaan tentang sarana pelayanan kesehatan yang digunakan :
  1. Puskesmas;
  2. Rumah Sakit;
  3. Dokter Praktik Swasta;
  4. Bidan Praktik Swasta;
  5. Lainya, sebutkan : ..........
Dengan pertanyaan tertutup responden mudah menjawab atau mengisi. Pengolahan data juga mudah dilakukan, tetapi informasi yang diperoleh tidak mendalam dan terkadang jawaban dipaksakan karena tidak terdapat dalam pilihan jawaban yang ada.

Pada pertanyaan terbuka, responden dengan leluasaan dapat menceritakan pengalaman, opini, pendapat, saran, dan lain-lain sehingga akan didapat informasi yang banyak, tetapi akan mengalami kesulitan dalam pengolahan data.
 

Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data memegang peranan yang sangat penting dalam mendapatkan informasi atau fakta di lapangan. Pengumpulan data dapat diibaratkan sebagai orang yang akan memasak makanan. Untuk itu timbullah berbagai pertanyaan, seperti akan masak apa, bahan apa yang dibutuhkan, berapa banyak, siapa yang belanja, di mana tempat untuk mendapatkan bahan tersebut, dan siapa yang akan memasak agar menghasilkan masakan yang enak untuk dimakan. Bila bahan yang dibeli tidak baik atau terdapat bahan penting yang tidak diperoleh maka masakan yang dihasilkan tidak akan enak untuk dimakan walaupun dimasak oleh ahli masak kenamaan. Demikin pula dengan pengumpulan data.

Agar dapat dihasilkan data yang baik dan sesuai dengan tujuan maka kegiatan pengumpulan data dibagi menjadi tahap persiapan yang terdiri dari hal-hal berikut :
  1. Menentukan dan merumuskan tujuan penelitian secara baik
  2. Menentukan metode yang akan digunakan
  3. Menentukan teknik pengumpulan data
  4. Menyusun pedoman daftar pertanyaa yang dapat menjawab tujuan
  5. Menentukan sasaran
  6. Menentukan tempat dimana data dikumpulkan dan jumlah responden
  7. Menentukan siapa pelaksanan pengumpulan data.
Tahap berikutnya adalah tahap pelaksanaan yang meliputi hal-hal berikut :
  1. Pengumpulan data, dan
  2. Supervisi lapangan sebelum data dibawa untuk diolah
Sumber Data
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa sumber data ialah tempat data yang kita inginkan. Sumber data dapat berupa rekam medik di rumah sakit, badan atau instansi resmi yang berkaitan dengan data kesehatan, seperti Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia yang dilakukan oleh BPS atau publikasi-publikasi ilmiah tentang kedokteran. Sumber data dapat pula berasal dari masyarakat atau penderita yang datang berobat ke rumah sakit atau petugas rumah sakit. Sumber mana yang digunakan sangat bergantung pada tujuan penelitian.

Pengetahuan tentang sumber data merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih sumber data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Misalnya, suatu peneltiain tentang berbagai jenis penyakit yang sedang atau pernah diderita oleh masyarakat di suatu daerah. Untuk itu, dilakukan rekam medik di sarana pelayanan kesehatan yang ada di daerah tersebut. Hal ini tidak benar karena sumber data berada di masyarakat dan bukan di sarana pelayanan kesehatan yang ada  di daerah tersebut. Bila kita akan meneliti perjalanan penyakit yang telah dialami oleh penderita yang pernah dirawat maka sumber data berada di rekam medik rumah sakit yang bersangkutan.

Pada contoh pertama, kita memperoleh data primer, sedangkan pada contoh kedua memperoleh data sekunder.